ambivalensi
/am.bi.va.len.si/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaPsikologiSastraFilosofiNetral
Ringkasan Makna
Keadaan memiliki dua perasaan atau sikap yang bertentangan terhadap seseorang atau sesuatu secara bersamaan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Ambivalensi merujuk pada kondisi psikologis di mana seseorang mengalami konflik batin karena merasakan dua emosi, keinginan, atau penilaian yang berlawanan (seperti cinta dan benci, atau ragu dan yakin) terhadap objek, orang, atau situasi yang sama pada waktu yang bersamaan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โIa merasakan ambivalensi yang mendalam saat harus memutuskan untuk pindah ke luar negeri atau tetap tinggal bersama keluarganya.โ
โHe felt deep ambivalence when he had to decide whether to move abroad or stay with his family.
โKritikus sastra tersebut menyoroti ambivalensi moral dalam karakter utama novel itu.โ
โThe literary critic highlighted the moral ambivalence in the novel's main character.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Latin 'ambi' (keduanya) dan 'valentia' (kekuatan). Istilah ini pertama kali diperkenalkan dalam psikologi oleh Eugen Bleuler pada tahun 1910 untuk menggambarkan kondisi mental pasien skizofrenia, namun kini digunakan secara luas dalam bahasa umum untuk mendeskripsikan konflik emosional.