anak kurang berpotensi
/ˈa.nak kuˈraŋ bər.poˈten.si/
🇮🇩Bahasa IndonesiaPendidikanPsikologiSosial
Ringkasan Makna
Istilah deskriptif yang merujuk pada anak yang dinilai memiliki kapasitas, bakat, atau kemampuan yang terbatas dibandingkan teman sebayanya dalam bidang tertentu.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Istilah 'anak kurang berpotensi' sering digunakan dalam konteks pendidikan, psikologi perkembangan, atau seleksi akademis untuk menggambarkan anak yang pada saat tertentu menunjukkan tingkat kecerdasan, keterampilan, atau prestasi yang berada di bawah rata-rata anak seusianya. Namun, dalam pandangan pedagogi modern, istilah ini harus disikapi secara hati-hati karena potensi anak bersifat dinamis dan dapat berkembang melalui stimulasi yang tepat, lingkungan yang mendukung, serta metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Guru perlu memberikan perhatian khusus kepada anak kurang berpotensi agar mereka tidak tertinggal dalam proses belajar di kelas.”
→Guru perlu memberikan perhatian khusus kepada anak kurang berpotensi agar mereka tidak tertinggal dalam proses belajar di kelas.
“Penilaian psikologis membantu mengidentifikasi apakah hambatan belajar pada anak kurang berpotensi disebabkan oleh faktor internal atau eksternal.”
→Penilaian psikologis membantu mengidentifikasi apakah hambatan belajar pada anak kurang berpotensi disebabkan oleh faktor internal atau eksternal.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berkembang dalam wacana dunia pendidikan formal dan psikometri untuk mengklasifikasikan kemampuan peserta didik demi kepentingan penyesuaian kurikulum dan metode pengajaran. Seiring dengan berkembangnya konsep pendidikan inklusif, penggunaan label semacam ini mulai digantikan dengan pendekatan yang lebih positif seperti 'kebutuhan belajar khusus' untuk menghindari pelabelan negatif (stigma) pada anak.