anak yang pendiam
/a.nak jaล pษn.di.am/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaDeskriptifPsikologiSosial
Ringkasan Makna
Frasa yang merujuk pada seorang anak yang cenderung tidak banyak bicara atau lebih suka menyendiri dalam interaksi sosial.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik perilaku seorang anak yang memiliki kecenderungan untuk tidak banyak berbicara, pasif dalam percakapan, atau lebih memilih untuk mengamati daripada berpartisipasi aktif dalam keramaian. Istilah ini tidak selalu bermakna negatif; sering kali merujuk pada sifat kepribadian introver atau sikap hati-hati dalam bersosialisasi.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โGuru itu memperhatikan bahwa anak yang pendiam di kelasnya ternyata sangat berbakat dalam menggambar.โ
โThe teacher noticed that the quiet child in her class was actually very talented at drawing.
โMeskipun ia adalah anak yang pendiam, ia memiliki pemikiran yang sangat kritis dan mendalam.โ
โEven though he is a quiet child, he has very critical and profound thoughts.
Asal-usul & Konteks Budaya
Frasa ini merupakan konstruksi bahasa Indonesia standar yang terbentuk dari kata benda 'anak', partikel penghubung 'yang', dan kata sifat 'pendiam'. Tidak memiliki asal-usul khusus karena merupakan deskripsi umum dalam psikologi perkembangan dan interaksi sosial sehari-hari di Indonesia.