anak yang tidak hormat
/a.nak jaŋ ti.dak hor.mat/
🇮🇩Bahasa IndonesiaFrasaSosialPerilaku
Ringkasan Makna
Frasa yang merujuk pada seorang anak yang tidak menunjukkan rasa hormat, kepatuhan, atau kesopanan terhadap orang tua, guru, atau orang yang lebih tua.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa "anak yang tidak hormat" menggambarkan seseorang (biasanya anak kandung atau anak didik) yang bersikap membangkang, kurang ajar, atau mengabaikan norma kesopanan dan tata krama yang seharusnya diberikan kepada orang yang lebih tua atau yang memiliki otoritas atas dirinya. Dalam budaya ketimuran seperti di Indonesia, perilaku ini sangat dicela karena menghormati orang tua dan orang yang lebih tua adalah bagian dari nilai moral dan norma sosial yang dijunjung tinggi.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Sikapnya yang sering membentak ibunya menunjukkan bahwa ia adalah anak yang tidak hormat.”
→Sikapnya yang sering membentak ibunya menunjukkan bahwa ia adalah anak yang tidak hormat.
“Guru itu menegur murid tersebut karena dianggap sebagai anak yang tidak hormat kepada pengajar.”
→Guru itu menegur murid tersebut karena dianggap sebagai anak yang tidak hormat kepada pengajar.
Asal-usul & Konteks Budaya
Frasa ini berakar dari nilai-nilai budaya dan norma sosial di masyarakat Indonesia yang sangat menjunjung tinggi rasa hormat (andhap asor / unggah-ungguh dalam budaya Jawa, atau nilai kesopanan secara universal) terhadap orang tua, leluhur, serta orang yang lebih tua usianya.