analisar
/anaหlisar/
๐ฎ๐ฉBahasa Indonesialinguistikragam nonbaku
Ringkasan Makna
Bentuk tidak baku dari kata "menganalisis" atau "analisis" yang sering digunakan dalam ragam lisan atau percakapan sehari-hari.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata "analisar" merupakan bentuk hiperkorek atau peluluhan imbuhan yang tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baku. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk kata kerja yang benar adalah "menganalisis" yang berasal dari kata dasar "analisis". Meskipun sering ditemukan dalam percakapan informal atau tulisan tidak resmi, penggunaan kata ini dihindari dalam konteks akademik, ilmiah, atau penulisan formal.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โTim peneliti sedang tentarakan untukisar data tersebut sebelum dipublikasikan.โ
โTim peneliti sedang menganalisis data tersebut sebelum dipublikasikan.
โSebaiknya kita tidak asalisar masalah tanpa bukti yang kuat.โ
โSebaiknya kita tidak menganalisis masalah tanpa bukti yang kuat.
Asal-usul & Konteks Budaya
Bentuk tidak baku yang lahir dari penambahan akhiran atau pengucapan yang keliru (analog keliru) terhadap kata benda "analisis", diserap dari bahasa Belanda "analyse" dan bahasa Inggris "analysis".