angkringan
/aล.ษกri.ลan/
๐ฎ๐ฉBahasa JawaKulinerBudayaIndonesiaNetral
Ringkasan Makna
Warung makan jalanan tradisional khas Jawa, terutama Yogyakarta dan Surakarta, yang menggunakan gerobak kayu beratap terpal.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Angkringan adalah bentuk usaha kuliner kerakyatan berupa gerobak dorong yang menjual berbagai makanan dan minuman murah meriah di pinggir jalan. Menu yang disajikan biasanya meliputi nasi kucing (nasi porsi kecil dengan lauk bandeng atau tempe), aneka sate (sate usus, sate puyuh, sate bakso), gorengan, serta minuman panas seperti teh manis, jahe, dan wedang jahe. Suasananya yang santai menjadikan angkringan sebagai tempat berkumpul berbagai kalangan masyarakat untuk mengobrol.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โBocah-bocah padha cangkrukan ing angkringan nganti wengi.โ
โAnak-anak muda itu nongkrong di angkringan sampai malam.
โMeskipun hujan deras, pembeli tetap ramai mendatangi angkringan Pak Min.โ
โMeskipun hujan deras, pembeli tetap ramai mendatangi angkringan Pak Min.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jawa 'angkring' yang berarti duduk-duduk santai sambil melipat kaki di atas kursi. Budaya angkringan berkembang pesat dari tradisi pedagang keliling asal Klaten dan sekitarnya sebelum menjadi ikon kuliner populer di Yogyakarta, Solo, dan berbagai kota di Indonesia.