angkul
/aล.kul/
๐ฎ๐ฉBahasa JawaBahasa JawaArsitekturBudaya TradisionalNetral
Ringkasan Makna
Pintu gerbang tradisional khas Bali yang berupa gapura paduraksa kecil atau pintu masuk pekarangan rumah.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam arsitektur tradisional Bali, angkul atau yang lebih sering disebut angkul-angkul adalah bangunan pintu gerbang masuk ke pekarangan rumah (nyoman/merajan/teba). Fungsinya tidak hanya sebagai jalur akses keluar masuk, tetapi juga memiliki nilai filosofis dan magis sebagai penangkal energi negatif atau roh jahat agar tidak mudah masuk ke area hunian.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โPanglimbak arsitektur Bali nglestariang wangun angkul-angkul ring tiap genah.โ
โPerkembangan arsitektur Bali melestarikan bentuk angkul-angkul di setiap tempat.
โTamu punika ngadeg ring ajeng angkul-angkul sadurung kasiluar mlebet.โ
โTamu itu berdiri di depan angkul-angkul sebelum diizinkan masuk.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jawa Kuno atau Bali Kuna yang merujuk pada struktur bangunan pintu masuk beratap dengan arsitektur sakral umat Hindu.