aseksualitas
/asɛksualɪtas/
🇮🇩Bahasa IndonesiaPsikologiSosiologiSeksualitasIdentitasNetral
Ringkasan Makna
Orientasi seksual yang ditandai dengan sedikit atau tidak adanya ketertarikan seksual terhadap orang lain.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Aseksualitas adalah sebuah orientasi seksual di mana seseorang tidak merasakan ketertarikan seksual terhadap siapa pun, terlepas dari jenis kelamin atau gender mereka. Orang yang mengidentifikasikan diri sebagai aseksual (sering disingkat sebagai ace) berada dalam spektrum yang luas, termasuk mereka yang terkadang merasakan ketertarikan seksual dalam kondisi tertentu (demiseksual atau gray-asexual). Aseksualitas berbeda dengan selibat, karena selibat adalah pilihan perilaku untuk menahan diri dari aktivitas seksual, sementara aseksualitas adalah orientasi bawaan yang stabil.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Asexuality is widely recognized today as a valid sexual orientation within the LGBTQIA+ spectrum.”
→Aseksualitas saat ini diakui secara luas sebagai orientasi seksual yang sah dalam spektrum LGBTQIA+.
“Ia merasa lega setelah memahami bahwa aseksualitas yang dirasakannya adalah hal yang normal.”
→She felt relieved after understanding that her asexuality was a normal thing.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berkembang dalam diskursus psikologi modern dan gerakan hak-hak queer terutama sejak awal abad ke-21 dengan terbentuknya komunitas daring seperti Asexual Visibility and Education Network (AVEN) pada tahun 2001.