Aset yang tidak dihargai
/asɛt yang tiɕak dihargai/
🇮🇩Bahasa IndonesiaEkonomiKeuanganAsetNetral
Ringkasan Makna
Aset yang tidak memiliki nilai atau tidak dapat dijual dengan harga yang pantas.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Aset yang tidak dihargai adalah aset yang tidak memiliki nilai ekonomis atau tidak dapat dijual dengan harga yang pantas. Ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti aset yang sudah usang, tidak lagi relevan, atau tidak memiliki nilai pasar. Aset yang tidak dihargai dapat berupa barang, properti, atau bahkan aset intangible seperti hak cipta atau merek dagang. Dalam konteks keuangan, aset yang tidak dihargai dapat menjadi beban bagi perusahaan atau individu yang memilikinya, karena tidak dapat dijual atau digunakan untuk mendapatkan pendapatan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Perusahaan tersebut memiliki aset yang tidak dihargai sebesar Rp 10 miliar.”
→Perusahaan tersebut memiliki aset yang tidak memiliki nilai atau tidak dapat dijual dengan harga yang pantas sebesar Rp 10 miliar.
“Aset yang tidak dihargai dapat menjadi beban bagi perusahaan dalam laporan keuangan.”
→Aset yang tidak memiliki nilai atau tidak dapat dijual dengan harga yang pantas dapat menjadi beban bagi perusahaan dalam laporan keuangan.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata 'aset yang tidak dihargai' adalah istilah yang umum digunakan dalam konteks keuangan dan ekonomi di Indonesia. Istilah ini dapat ditemukan dalam laporan keuangan, artikel ekonomi, dan bahkan dalam percakapan sehari-hari.