bangunan atas
/ba.ŋu.nan a.tas/
🇮🇩Bahasa IndonesiaSosiologiPolitikMarxismeFilsafatNetral
Ringkasan Makna
Dalam teori Marxis, bangunan atas merujuk pada institusi sosial, politik, dan budaya yang berdiri di atas basis ekonomi suatu masyarakat.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Istilah 'bangunan atas' (bahasa Inggris: superstructure) merupakan terjemahan dari konsep sosiologis dan filosofis yang dipopulerkan oleh Karl Marx. Konsep ini menyatakan bahwa seluruh aspek non-ekonomi dari masyarakat—seperti sistem hukum, politik, agama, filsafat, seni, dan lembaga pendidikan—dibentuk dan dipengaruhi oleh cara produksi atau basis ekonomi (basis) masyarakat tersebut. Hubungan antara basis dan bangunan atas bersifat dialektis, di mana perubahan pada basis ekonomi pada akhirnya akan memicu perubahan pada bangunan atas.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Menurut teori Marxisme, perubahan dalam basis ekonomi akan selalu berdampak pada transformasi bangunan atas masyarakat.”
→Menurut teori Marxisme, perubahan dalam basis ekonomi akan selalu berdampak pada transformasi bangunan atas masyarakat.
“Lembaga hukum dan sistem politik merupakan bagian dari bangunan atas yang mencerminkan kepentingan kelas yang berkuasa.”
→Lembaga hukum dan sistem politik merupakan bagian dari bangunan atas yang mencerminkan kepentingan kelas yang berkuasa.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini diadopsi dari terjemahan konsep Jerman 'Überbau' dalam filsafat politik Marxisme yang pertama kali dikemukakan oleh Karl Marx dalam pengantar bukunya 'Zur Kritik der politischen Ökonomie' (1859).