beduk
/bษ.dสk/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesianominaagamatradisiNetral
Ringkasan Makna
Alat musik pukul tradisional yang besar, biasanya digunakan di masjid untuk menandai masuknya waktu shalat.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Beduk adalah gendang besar tradisional yang dibuat dari kulit binatang (seperti sapi atau kerbau) yang ditumbuk atau diregangkan di kedua sisinya pada sebuah kerangka kayu besar yang berlubang di tengahnya. Di Indonesia, beduk memegang peranan penting dalam tradisi Islam Nusantara sebagai penanda waktu shalat fardhu tiba sebelum dikumandangkannya adzan, serta ditabuh secara khusus untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โMenjelang waktu maghrib, pengurus masjid memukul beduk sebagai tanda masuknya waktu berbuka puasa.โ
โMenjelang waktu maghrib, pengurus masjid memukul beduk sebagai tanda masuknya waktu berbuka puasa.
โSuara beduk bertalu-talu menandakan malam takbiran telah tiba.โ
โSuara beduk bertalu-talu menandakan malam takbiran telah tiba.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata 'beduk' diserap dari bahasa Jawa kuno atau bahasa Sunda kuno yang merujuk pada alat pukul serupa. Tradisi penggunaan beduk di masjid-masjid di Asia Tenggara (khususnya Indonesia dan Malaysia) merupakan hasil akulturasi budaya lokal Hindu-Buddha dan Islam, di mana alat komunikasi tradisional ini diadaptasi untuk kepentingan ibadah umat Islam.