Befangenheit
/bəˈfaŋənhaɪt/
🇩🇪Bahasa JermanPsikologiHukumEmosiNetral
Ringkasan Makna
Keadaan merasa canggung, terkekang, atau bias karena prasangka, yang sering digunakan dalam konteks hukum untuk menyatakan ketidaknetralan seorang hakim.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Secara harfiah berasal dari bahasa Jerman yang berarti keterikatan atau rasa canggung. Dalam konteks psikologis, istilah ini menggambarkan kondisi mental seseorang yang merasa tidak bebas, canggung, atau malu akibat terlalu memikirkan diri sendiri atau penilaian orang lain. Dalam konteks hukum Jerman, 'Befangenheit' adalah istilah teknis krusial yang merujuk pada bias, prasangka, atau konflik kepentingan yang dimiliki oleh seorang hakim, juri, atau ahli, sehingga mereka dikhawatirkan tidak dapat mengambil keputusan secara objektif dan netral.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Der Anwalt beantragte die Ablehnung des Richters wegen Besorgnis der Befangenheit.”
→Pengacara tersebut mengajukan permohonan penolakan hakim karena kekhawatiran adanya bias.
“Ihre sichtbare Befangenheit hinderte sie daran, frei zu sprechen.”
→Rasa canggungnya yang terlihat jelas menghalanginya untuk berbicara dengan bebas.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jerman, turunan dari kata kerja 'befangen' (tertawan, terjerat, atau bias). Istilah ini memiliki kedudukan hukum yang sangat penting dalam sistem peradilan di Jerman (seperti dalam § 42 der Zivilprozessordnung - ZPO) untuk menjamin hak atas peradilan yang adil.