bengkoang
/bəŋˈkoaŋ/
🇮🇩Bahasa IndonesiaNominaTumbuhanKulinerKecantikanNetral
Ringkasan Makna
Bengkoang adalah jenis tumbuhan umbi-umbian berdaging putih renyah dan kaya air yang sering dikonsumsi segar atau dijadikan bahan perawatan kecantikan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Bengkoang (juga dieja bengkuang; nama latin Pachyrhizus erosus) adalah tanaman pemanjat dari suku polong-polongan (Fabaceae) yang utamanya dimanfaatkan umbi akarnya. Umbi bengkoang memiliki kulit tipis berwarna cokelat muda dan daging berwarna putih bersih dengan tekstur renyah serta rasa sedikit manis segar. Kandungan airnya yang tinggi serta serat inulin membuat umbi ini baik untuk pencernaan. Dalam kuliner Nusantara, bengkoang populer sebagai campuran rujak, asinan, atau lumpia. Selain itu, ekstraknya sering dimanfaatkan oleh industri kosmetik sebagai bahan alami untuk mencerahkan dan menyegarkan kulit wajah.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Ibu membeli bengkoang di pasar untuk campuran membuat rujak buah.”
→Ibu membeli bengkoang di pasar untuk campuran membuat rujak buah.
“Masker berbahan ekstrak bengkoang ini dipercaya dapat mencerahkan kulit secara alami.”
→Masker berbahan ekstrak bengkoang ini dipercaya dapat mencerahkan kulit secara alami.
Asal-usul & Konteks Budaya
Bengkoang merupakan tanaman asli wilayah Meksiko dan Amerika Tengah, yang dikenal dengan nama 'jícama' (dari bahasa Nahuatl 'xīcamatl'). Tanaman ini diperkenalkan ke Asia Tenggara oleh bangsa Spanyol melalui perdagangan Manila Galleon pada abad ke-17. Di Indonesia, bengkoang telah membaur erat dengan budaya lokal, tidak hanya sebagai penganan tradisional tetapi juga dalam tradisi perawatan kulit kecantikan putri keraton.