bero
/bษ.ro/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaPertanianKata BendaGeografiNetral
Ringkasan Makna
Tanah pertanian yang sengaja dibiarkan tidak ditanami untuk sementara waktu guna mengembalikan kesuburannya.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Istilah 'bero' merujuk pada praktik pengolahan tanah di mana lahan pertanian dibiarkan kosong, tidak ditanami, dan sering kali dibajak secara berkala tanpa ditanami tanaman budidaya. Tujuannya adalah untuk memutus siklus hidup hama, mengistirahatkan tanah, serta memulihkan kandungan hara dan kelembapan tanah setelah dipakai terus-menerus.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โPetani itu membiarkan sawahnya bero selama satu musim agar tanahnya kembali subur.โ
โPetani itu membiarkan sawahnya tidak ditanami selama satu musim agar tanahnya kembali subur.
โSistem bero sangat efektif untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia buatan.โ
โSistem istirahat lahan ini sangat efektif untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia buatan.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari kosakata bahasa Indonesia bidang pertanian yang menyerap konsep tradisional pergiliran atau pengistirahatan lahan untuk menjaga kelestarian ekosistem tanah.