biaya standar
/bi.a.ja stan.dar/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaAkuntansiKeuanganManajemenBaku
Ringkasan Makna
Biaya yang ditentukan di muka untuk memproduksi satu unit barang atau jasa dalam kondisi operasi normal selama periode tertentu.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam akuntansi biaya dan manajemen, biaya standar (standard cost) berfungsi sebagai tolok ukur atau target anggaran yang realistis untuk mengukur efisiensi operasional. Biaya ini mencakup estimasi terperinci mengenai biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Selisih antara biaya standar yang dianggarkan dengan biaya aktual yang benar-benar terjadi disebut sebagai 'varians' (variance). Analisis varians ini membantu manajemen dalam mengidentifikasi pemborosan, mengevaluasi kinerja departemen, dan melakukan tindakan korektif.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โPerusahaan menggunakan biaya standar untuk menyusun anggaran tahunan dan mengevaluasi efisiensi produksi.โ
โThe company uses standard costs to prepare the annual budget and evaluate production efficiency.
โSelisih antara biaya aktual dan biaya standar dianalisis setiap akhir bulan untuk mendeteksi adanya pemborosan.โ
โThe variance between actual costs and standard costs is analyzed at the end of every month to detect waste.
Asal-usul & Konteks Budaya
Konsep biaya standar lahir dari perkembangan akuntansi manajemen modern dan manajemen ilmiah (scientific management) pada awal abad ke-20, yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Frederick Winslow Taylor. Di Indonesia, istilah ini diadopsi secara luas dalam kurikulum pendidikan akuntansi dan diterapkan oleh berbagai perusahaan manufaktur serta jasa sebagai instrumen penting dalam pengendalian anggaran dan penilaian kinerja.