ciliken
/tสi.li.kษn/
๐ฎ๐ฉBahasa JawaBahasa JawaAdjektivaKondisiNetral
Ringkasan Makna
Kondisi atau sifat yang dianggap masih kecil, belum dewasa, atau belum matang.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Ciliken adalah kata sifat dalam bahasa Jawa yang berasal dari kata dasar 'cilik' (kecil) dengan akhiran '-en'. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada seseorang atau sesuatu yang masih dalam tahap perkembangan, belum mencapai usia dewasa, atau secara fisik/mental dianggap belum matang. Sering digunakan dalam konteks nasihat atau teguran kepada anak-anak agar tidak melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โOjo melu-melu urusan wong tuwa, kowe isih ciliken.โ
โJangan ikut campur urusan orang dewasa, kamu masih terlalu kecil.
โDheweke ciliken nanging wis pinter banget.โ
โDia masih kecil tetapi sudah sangat pintar.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jawa Krama/Ngoko 'cilik' yang berarti kecil, dengan sufiks '-en' yang berfungsi sebagai penanda sifat atau kondisi (adjektiva). Penggunaan kata ini sangat umum dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa untuk menekankan batasan usia atau kedewasaan.