cindai
/tสin.dai/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaTekstilSastraBudayaNetral
Ringkasan Makna
Kain sutra berunsur pola hias tradisional atau ikat luntur yang sering disebutkan dalam sastra lama Nusantara.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Cindai adalah sejenis kain sutra bermutu tinggi dengan teknik tenun ikat atau corak khusus yang biasanya berasal dari India (patola) dan dahulu sangat dihormati serta menjadi barang dagangan penting di Nusantara. Dalam sastra klasik Melayu, kata cindai sering diasosiasikan dengan kemewahan, pakaian para bangsawan, atau digunakan sebagai ikat pinggang, selendang, dan kelengkapan busana pahlawan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โPahlawan itu mengikat pinggangnya dengan sehelai kain cindai merah sebelum berangkat ke medan perang.โ
โPahlawan itu mengikat pinggangnya dengan sehelai kain cindai merah sebelum berangkat ke medan perang.
โKoleksi museum itu memamerkan kain cindai antik abad kedelapan belas yang diimpor dari daratan India.โ
โKoleksi museum itu memamerkan kain cindai antik abad kedelapan belas yang diimpor dari daratan India.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata cindai berakar dari sejarah perdagangan maritim kuno antara Nusantara dan India, di mana kain patola India (yang disebut cindai di sini) memiliki status magis dan sosial yang tinggi, serta sering diabadikan dalam pantun dan hikayat lama.