cokot
/หtสษ.kษt/
๐ฎ๐ฉBahasa JawaBahasa JawaKata KerjaBahasa Kasar
Ringkasan Makna
Gigit atau menggigit dalam bahasa Jawa ragam ngoko kasar.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'cokot' berasal dari bahasa Jawa yang berarti menggigit menggunakan gigi. Dalam tata krama bahasa Jawa, kata ini termasuk dalam ragam ngoko kasar (basa kasar), sehingga penggunaannya harus dihindari saat berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang dihormati. Bentuk alus (sopan) dari kata ini adalah 'gigit' atau 'nyokot' (aktif), sedangkan bentuk halusnya adalah 'suntak' atau 'tumbas' tergantung konteks, namun untuk menggigit halusnya adalah 'nyakot' dalam beberapa dialek atau 'dicokot' menjadi 'dipunpundhut' (tidak, ini keliru, bentuk halus menggigit adalah 'nyokot' untuk ngoko alus, dan untuk krama andhap/madya menggunakan istilah lain seperti 'mutil' atau 'nyokot' secara umum dalam ragam akrab).
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โAti-ati, asu kuwi kerep cokot wong.โ
โHati-hati, anjing itu sering menggigit orang.
โTanganku dicokot nyamuk wingi bengi.โ
โTanganku digigit nyamuk tadi malam.
Asal-usul & Konteks Budaya
Merupakan kosakata warisan dalam bahasa Jawa Kuno (Kawi) dan Jawa Modern yang melambangkan tindakan fisik menggunakan gigi. Masuk dalam kategori leksikon kasar (ngoko) yang hanya lazim digunakan antarteman sebaya atau kepada orang yang kedudukannya lebih rendah.