colo
/หtสo.lo/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaKulinerBahasa DaerahMalukuMakanan TradisionalNetral
Ringkasan Makna
Metode memasak khas Maluku dengan cara mencelupkan makanan panas ke dalam cairan bumbu pedas, atau merujuk pada jenis sambal tertentu.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam budaya kuliner Maluku dan sekitarnya, 'colo' atau 'colo-colo' merujuk pada tradisi mencelupkan (biasanya ikan bakar atau pisang rebus panas) ke dalam racikan sambal segar yang terdiri atas cabai, bawang merah, tomat, dan perasan jeruk nipis tanpa diulek. Kata ini juga sering digunakan sebagai bentuk singkat dari sambal colo-colo itu sendiri.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โIkan bakar itu paling enak dimakan dengan cara dicolo ke dalam sambal rica.โ
โIkan bakar itu paling enak dimakan dengan cara dicelupkan ke dalam sambal rica.
โMasyarakat Maluku sangat gemar menikmati ikan kuah kuning dengan dolo colo-colo.โ
โMasyarakat Maluku sangat gemar menikmati ikan kuah kuning dengan ditemani sambal colo-colo.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa daerah di Maluku yang berkaitan erat dengan tradisi kuliner pesisir Nusantara timur, khususnya teknik penyajian sambal segar pendamping hidangan laut.