daya tarik yang tidak diinginkan
/da.ja ta.rɪk jaŋ ti.daʔ di.iŋ.ɪn.kan/
🇮🇩Bahasa IndonesiaFrasaPsikologiHubungan Interpersonal
Ringkasan Makna
Ketertarikan fisik, emosional, atau romantis yang dirasakan atau diterima oleh seseorang, namun keberadaannya tidak dikehendaki karena menimbulkan konflik batin atau ketidaknyamanan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa ini merujuk pada fenomena psikologis atau interpersonal di mana muncul rasa tertarik (baik secara seksual, romantis, maupun personal) yang bertentangan dengan keinginan sadar, nilai moral, komitmen hubungan yang sedang dijalani, atau batasan profesional. Fenomena ini bisa terjadi dalam dua arah: seseorang merasakan ketertarikan pada orang yang tidak seharusnya (misalnya rekan kerja atau orang yang sudah berkomitmen), atau seseorang menjadi target ketertarikan dari orang lain yang tidak ia harapkan, sehingga menimbulkan rasa risih, cemas, atau terganggu.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Dia mencoba mengabaikan daya tarik yang tidak diinginkan terhadap rekan kerjanya demi menjaga profesionalisme.”
→She tried to ignore the unwanted attraction toward her coworker to maintain professionalism.
“Daya tarik yang tidak diinginkan sering kali memicu konflik batin dalam sebuah hubungan berkomitmen.”
→Unwanted attraction often triggers internal conflict within a committed relationship.
Asal-usul & Konteks Budaya
Dalam konteks sosial dan budaya di Indonesia, konsep ini sering dibahas dalam ruang lingkup psikologi keluarga, konseling pernikahan, dan etika kerja. Ketertarikan semacam ini umumnya dipandang sebagai ujian moral atau batasan etis yang harus dikelola dengan hati-hati agar tidak merusak hubungan interpersonal atau reputasi profesional.