deontologi
/de.on.to.lo.gi/
๐ฎ๐ฉBahasa Indonesiafilsafatetikaistilah akademikNetral
Ringkasan Makna
Teori etika yang memandang bahwa tindakan benar atau salah dinilai berdasarkan kewajiban dan aturan moral, bukan dari akibat tindakan tersebut.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Deontologi adalah pendekatan dalam filsafat moral atau etika normatif yang menekankan bahwa suatu perbuatan dikatakan baik atau buruk berdasarkan ada tidaknya kewajiban moral yang harus dipatuhi, terlepas dari konsekuensi baik atau buruk yang ditimbulkannya. Istilah ini berakar dari kata Yunani 'deon' yang berarti kewajiban atau tugas. Tokoh paling terkenal yang mengembangkan teori etika deontologis adalah Immanuel Kant.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โDeontological ethics focuses on the rightness or wrongness of actions themselves, rather than the consequences.โ
โEtika deontologis berfokus pada benar atau salahnya tindakan itu sendiri, alih-alih pada konsekuensinya.
โDalam pandangan deontologi, berbohong tetaplah perbuatan yang salah secara moral meskipun dilakukan untuk kebaikan.โ
โDalam pandangan deontologi, berbohong tetaplah perbuatan yang salah secara moral meskipun dilakukan untuk kebaikan.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Yunani Kuno 'deon' (kewajiban) dan 'logia' (ilmu atau studi), pertama kali dipopulerkan dalam konteks etika modern oleh para filsuf pencerahan terutama Immanuel Kant.