diberi tugas tambahan
/diˈbəri ˈtu.ɡas tamˈba.han/
🇮🇩Bahasa IndonesiaBakuFrasaPekerjaanAdministrasi
Ringkasan Makna
Mendapatkan beban pekerjaan atau tanggung jawab ekstra di luar tugas pokok yang biasa dikerjakan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa 'diberi tugas tambahan' merujuk pada situasi di mana seseorang, baik pegawai, pekerja, maupun pelajar, dibebani dengan pekerjaan atau tanggung jawab baru di luar deskripsi pekerjaan utama (job description) atau tugas rutin mereka. Frasa ini sering ditemukan dalam konteks dunia kerja, institusi pendidikan, atau organisasi birokratis, yang biasanya berkaitan dengan penugasan khusus, proyek sampingan, atau perangkapan fungsi sementara.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Karena kinerjanya yang sangat baik, Budi sering diberi tugas tambahan oleh atasannya.”
→Karena kinerjanya yang sangat baik, Budi sering diberi tugas tambahan oleh atasannya.
“Guru tersebut juga diberi tugas tambahan sebagai pembina ekstrakurikuler di sekolah.”
→Guru tersebut juga diberi tugas tambahan sebagai pembina ekstrakurikuler di sekolah.
Asal-usul & Konteks Budaya
Frasa ini terbentuk dari gabungan kata dasar 'beri' dengan awalan di- (pasif), kata benda 'tugas', dan kata sifat 'tambahan'. Penggunaannya sangat lazim dalam tata kelola administrasi perkantoran, aparatur sipil negara (ASN), maupun perusahaan swasta di Indonesia untuk menunjukkan adanya perluasan tanggung jawab struktural maupun fungsional.