dipurakan
/di.puˈra.kan/
🇮🇩Bahasa SundaSundaVerbaPasifNetral
Ringkasan Makna
Bentuk pasif dalam bahasa Sunda yang berarti pura-pura atau sengaja berbuat seolah-olah mengalami atau melakukan sesuatu.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'dipurakan' berasal dari bahasa Sunda yang diturunkan dari kata dasar 'pura' (pura-pura). Dalam bentuk pasifnya, kata ini mengindikasikan suatu tindakan, keadaan, atau perasaan yang sengaja dibuat-buat, dipalsukan, atau tidak sebenarnya (berpura-pura). Sering digunakan untuk menggambarkan sikap seseorang yang menampakkan sesuatu yang bertentangan dengan kenyataan demi tujuan tertentu.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Manehna dipurakan henteu nyaho kana masalah éta.”
→Dia pura-pura tidak tahu mengenai masalah itu.
“Sikapna nu dipurakan matak curiga batur.”
→Sikapnya yang pura-pura membuat orang lain curiga.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari kosakata bahasa Sunda ragam akrab atau loma, sering dipakai dalam percakapan sehari-hari untuk menegur atau mendeskripsikan perilaku seseorang yang tidak tulus.