diskriminasi harga
/dis.kri.mi.na.si har.ษกa/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaEkonomiBisnisPemasaranNetral
Ringkasan Makna
Strategi penetapan harga di mana barang atau jasa yang sama dijual dengan harga berbeda kepada konsumen yang berbeda.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Diskriminasi harga adalah strategi ekonomi dan pemasaran di mana penjual mengenakan tarif atau harga yang berbeda untuk barang atau layanan yang sama kepada kelompok konsumen yang berbeda, tanpa adanya perbedaan biaya produksi. Tujuan utamanya adalah memaksimalkan keuntungan produsen dengan menyerap sebanyak mungkin surplus konsumen berdasarkan tingkat kesediaan membayar (willingness to pay) dari masing-masing pembeli.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โMaskapai penerbangan sering menerapkan diskriminasi harga berdasarkan waktu pemesanan tiket.โ
โMaskapai penerbangan sering menerapkan diskriminasi harga berdasarkan waktu pemesanan tiket.
โDiskon tarif bioskop untuk pelajar dan lansia merupakan contoh penerapan diskriminasi harga.โ
โDiskon tarif bioskop untuk pelajar dan lansia merupakan contoh penerapan diskriminasi harga.
Asal-usul & Konteks Budaya
Konsep diskriminasi harga pertama kali diklasifikasikan secara sistematis oleh ekonom Inggris Arthur Cecil Pigou dalam bukunya 'The Economics of Welfare' (1920). Pigou membaginya menjadi tiga derajat berdasarkan sejauh mana penjual dapat mengidentifikasi kesediaan membayar konsumen.