ekosentrisme
/ɛ.ko.sɛn.tris.mə/
🇮🇩Bahasa IndonesiaFilsafatLingkunganSainsEtikaNetral
Ringkasan Makna
Pandangan etika lingkungan yang menempatkan seluruh ekosistem dan makhluk hidup sebagai pusat pertimbangan moral.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Ekosentrisme adalah sebuah sudut pandang dalam filsafat lingkungan dan etika yang berargumen bahwa seluruh komponen ekosistem—termasuk organisme hidup, spesies, dan habitat secara keseluruhan—memiliki nilai intrinsik yang sama atau sebanding, terlepas dari kegunaannya bagi manusia. Berbeda dengan antroposentrisme yang memposisikan manusia sebagai pusat dari segala nilai, ekosentrisme menuntut tanggung jawab moral yang lebih luas terhadap kelestarian alam demi alam itu sendiri.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Ecocentrism challenges the traditional human-centric approach to environmental policy making.”
→Ekosentrisme menantang pendekatan tradisional yang berpusat pada manusia dalam pembuatan kebijakan lingkungan.
“Penerapan prinsip ekosentrisme dalam konservasi hutan menuntut perlindungan menyeluruh terhadap seluruh flora dan fauna tanpa terkecuali.”
→The application of ecocentrism principles in forest conservation demands comprehensive protection for all flora and fauna without exception.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berkembang dalam gerakan lingkungan modern dan etika lingkungan pada paruh kedua abad ke-20, sebagai respons terhadap krisis ekologi global akibat pandangan antroposentris yang dominan.