Ekspresionisme
/eks.pres.i.o.nis.me/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaSeniGerakanKebudayaanNetral
Ringkasan Makna
Gerakan seni yang menekankan ekspresi emosi dan perasaan individu melalui karya seni yang ekstrem dan tidak konvensional.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Ekspresionisme adalah gerakan seni yang muncul pada awal abad ke-20, yang menekankan ekspresi emosi dan perasaan individu melalui karya seni yang ekstrem dan tidak konvensional. Gerakan ini berusaha untuk mengungkapkan kebenaran dan kehancuran yang tersembunyi di balik permukaan kehidupan sehari-hari. Ekspresionisme dapat dilihat dalam berbagai bentuk seni, seperti lukisan, patung, sastra, dan musik. Gerakan ini sangat berpengaruh dalam sejarah seni modern dan terus mempengaruhi karya seni kontemporer hingga saat ini.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โKarya seni ekspresionis dapat dilihat dalam lukisan-lukisan yang ekstrem dan tidak konvensional.โ
โKarya seni ekspresionis dapat dilihat dalam lukisan-lukisan yang ekstrem dan tidak konvensional.
โMusik ekspresionis seringkali memiliki nada-nada yang tidak harmonis dan ekstrem.โ
โMusik ekspresionis seringkali memiliki nada-nada yang tidak harmonis dan ekstrem.
Asal-usul & Konteks Budaya
Gerakan ekspresionisme muncul pada awal abad ke-20 di Eropa, terutama di Jerman dan Austria. Gerakan ini dipengaruhi oleh perang dunia I dan kehancuran yang terjadi pada masa itu. Ekspresionisme kemudian berkembang ke seluruh dunia dan terus mempengaruhi karya seni kontemporer hingga saat ini.