fana
/ˈfana/
🇮🇩Bahasa IndonesiaSastraFilosofiAdjektivaNetral
Ringkasan Makna
Keadaan tidak kekal, bersifat sementara, atau dapat rusak dan binasa.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'fana' sering digunakan dalam konteks filosofis, religius, dan sastra untuk menggambarkan sifat dunia serta segala isinya yang tidak abadi. Segala hal yang ada di dunia fisik—seperti kehidupan manusia, kekayaan, dan benda-benda materi—dianggap fana karena suatu saat akan mengalami kemusnahan atau kematian, berlawanan dengan konsep keabadian.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Manusia harus menyadari bahwa kehidupan di dunia ini sifatnya fana.”
→Manusia harus menyadari bahwa kehidupan di dunia ini sifatnya fana.
“Dia tidak ingin terikat pada kesenangan duniawi yang fana.”
→Dia tidak ingin terikat pada kesenangan duniawi yang fana.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata 'fana' diserap ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa Arab (فَانٍ - fānin), yang memiliki akar makna hancur, lenyap, atau tidak kekal. Istilah ini sangat lekat dengan khazanah sastra klasik, puisi sufistik, dan keagamaan di Nusantara.