filsafat eksistensi
/fil.sa.fat ษk.sis.tษn.si/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaFilsafatOntologiHumanioraNetral
Ringkasan Makna
Aliran filsafat yang menekankan pada keberadaan manusia sebagai individu yang bebas, bertanggung jawab, dan mencari makna di dunia yang absurd.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Filsafat eksistensi, atau sering disebut eksistensialisme, adalah cabang filsafat yang memusatkan perhatian pada pengalaman subjektif manusia. Aliran ini berargumen bahwa manusia tidak memiliki esensi atau tujuan yang ditentukan sebelumnya (eksistensi mendahului esensi), sehingga setiap individu harus menciptakan makna hidupnya sendiri melalui pilihan-pilihan bebas dan tanggung jawab pribadi.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โJean-Paul Sartre adalah tokoh utama dalam filsafat eksistensi yang menekankan kebebasan radikal manusia.โ
โJean-Paul Sartre is a major figure in existential philosophy who emphasizes the radical freedom of humans.
โBanyak pemikir filsafat eksistensi berpendapat bahwa kecemasan adalah bagian tak terpisahkan dari kebebasan.โ
โMany existentialist thinkers argue that anxiety is an inseparable part of freedom.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berakar dari pemikiran filsuf Eropa abad ke-19 dan ke-20 seperti Sรธren Kierkegaard, Friedrich Nietzsche, Martin Heidegger, dan Jean-Paul Sartre, yang muncul sebagai respons terhadap krisis makna pasca-Perang Dunia.