foreboding joy
/fɔːrˈboʊ.dɪŋ dʒɔɪ/
🇬🇧Bahasa InggrisPsikologiEmosiIstilah Teknis
Ringkasan Makna
Sebuah fenomena psikologis di mana seseorang merasa cemas atau takut akan datangnya musibah saat sedang merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Foreboding joy adalah kondisi emosional di mana seseorang merasa tidak nyaman atau waspada ketika mengalami momen kebahagiaan yang intens. Individu tersebut cenderung berpikir bahwa kebahagiaan tersebut adalah 'terlalu bagus untuk menjadi kenyataan' dan secara tidak sadar bersiap menghadapi tragedi atau kehilangan sebagai mekanisme pertahanan diri agar tidak terlalu terluka jika hal buruk benar-benar terjadi. Istilah ini sering dibahas dalam literatur psikologi modern, terutama oleh peneliti seperti Brené Brown, sebagai bentuk ketidakmampuan untuk sepenuhnya menerima rasa syukur dan kebahagiaan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“She couldn't fully enjoy her promotion because she was gripped by a sense of foreboding joy, fearing that something bad would happen to balance it out.”
→Dia tidak bisa sepenuhnya menikmati kenaikan jabatannya karena dicengkeram oleh perasaan foreboding joy, takut bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi untuk menyeimbangkannya.
“Practicing gratitude is the antidote to foreboding joy.”
→Mempraktikkan rasa syukur adalah penawar bagi foreboding joy.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini dipopulerkan secara luas dalam konteks pengembangan diri dan psikologi oleh Dr. Brené Brown dalam bukunya 'Daring Greatly'. Ia mengidentifikasi bahwa banyak orang merasa rentan saat bahagia, sehingga mereka mencoba 'menjinakkan' kebahagiaan tersebut dengan membayangkan skenario terburuk agar tidak merasa terkejut oleh kesedihan di masa depan.