Gelassenheit
/ɡəˈlasn̩haɪt/
🇩🇪Bahasa JermanFilsafatPsikologiMistisismeNetral
Ringkasan Makna
Kondisi ketenangan batin, pelepasan diri, atau sikap membiarkan sesuatu apa adanya tanpa paksaan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Gelassenheit adalah istilah Jerman yang merujuk pada sikap ketenangan, ketabahan, dan pelepasan diri dari keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu. Dalam konteks mistisisme Kristen (Meister Eckhart), ini berarti melepaskan kehendak pribadi untuk berserah pada kehendak Tuhan. Dalam filsafat modern (Martin Heidegger), istilah ini merujuk pada sikap 'membiarkan' (letting-be) terhadap keberadaan, di mana seseorang tidak memaksakan kehendak teknis atau kalkulatif terhadap dunia, melainkan terbuka terhadap esensi sesuatu.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Er betrachtete die schwierige Situation mit einer tiefen Gelassenheit.”
→Dia memandang situasi sulit itu dengan ketenangan batin yang mendalam.
“Heidegger forderte eine Gelassenheit gegenüber der modernen Technik.”
→Heidegger menuntut sikap membiarkan (tidak memaksakan kehendak) terhadap teknologi modern.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jerman Tengah 'gelāzenheit', yang berarti 'kepatuhan' atau 'kerendahan hati'. Istilah ini dipopulerkan oleh teolog Meister Eckhart pada abad ke-13 dan kemudian diangkat kembali menjadi konsep filosofis penting oleh Martin Heidegger dalam esainya 'Gelassenheit' (1959).