Grundlosigkeit
/ˈɡʁʊntloːzɪçkaɪt/
🇩🇪Bahasa JermanFilsafatEksistensialismeMetafisikaNetral
Ringkasan Makna
Ketiadaan dasar, alasan, atau fondasi yang mendasari sesuatu.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam konteks filsafat, 'Grundlosigkeit' merujuk pada kondisi di mana sesuatu tidak memiliki alasan yang cukup (sufficient reason) atau fondasi ontologis. Istilah ini sering digunakan dalam diskusi eksistensialis mengenai absurditas dunia atau ketiadaan tujuan objektif yang mendasari keberadaan manusia.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Die Grundlosigkeit des Seins führt oft zu existenzieller Angst.”
→Ketiadaan dasar dari keberadaan sering kali mengarah pada kecemasan eksistensial.
“Er erkannte die Grundlosigkeit seiner Anschuldigungen.”
→Dia menyadari ketidakberdasaran tuduhannya.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jerman, gabungan dari 'Grund' (dasar/alasan), 'los' (tanpa), dan sufiks '-igkeit' (keadaan). Istilah ini sangat dipengaruhi oleh pemikiran Martin Heidegger dan tradisi filsafat Jerman mengenai 'Abgrund' (jurang/ketiadaan dasar).