harta yang mengalami penurunan nilai
/har.ta jaŋ məŋ.a.la.mi pə.nu.run.an ni.lai/
🇮🇩Bahasa IndonesiaAkuntansiKeuanganEkonomi
Ringkasan Makna
Aset yang nilai bukunya di neraca telah berkurang karena faktor fisik, keusangan, atau perubahan kondisi pasar.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Istilah ini merujuk pada aset (harta) yang nilai ekonomisnya tidak lagi sebesar nilai perolehan awal atau nilai buku yang tercatat. Dalam akuntansi, hal ini sering dikaitkan dengan depresiasi (untuk aset tetap berwujud), amortisasi (untuk aset tidak berwujud), atau penurunan nilai (impairment) jika nilai pasar aset tersebut turun secara signifikan di bawah nilai tercatatnya akibat kerusakan, perubahan teknologi, atau kondisi ekonomi.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Perusahaan harus mencatat kerugian atas harta yang mengalami penurunan nilai agar laporan keuangan mencerminkan kondisi aset yang sebenarnya.”
→The company must record losses on assets that have experienced a decline in value so that financial statements reflect the true condition of the assets.
“Kendaraan operasional tersebut termasuk harta yang mengalami penurunan nilai karena usia pemakaian yang sudah lebih dari sepuluh tahun.”
→The operational vehicle is considered an asset that has experienced a decline in value due to its usage age of more than ten years.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini merupakan terminologi teknis dalam bidang akuntansi dan manajemen keuangan yang berakar dari standar pelaporan keuangan (seperti PSAK di Indonesia atau IFRS secara internasional) untuk memastikan transparansi nilai aset dalam neraca perusahaan.