immanensi
/im.maหnษn.si/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaFilsafatTeologiMetafisikaNetral
Ringkasan Makna
Keadaan atau sifat berada di dalam atau terlingkup sepenuhnya di dalam sesuatu yang lain, bukan di luar atau terpisah darinya.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam filsafat dan teologi, immanensi merujuk pada konsep bahwa ketuhanan, kekuatan, atau prinsip ilahi berada di dalam alam semesta dan dunia materi itu sendiri, bukan di luar atau melampauinya (yang disebut sebagai transendensi). Istilah ini juga digunakan untuk mendefinisikan sifat suatu pengalaman atau pemikiran yang tetap berada dalam batas-batas kesadaran atau akal budi manusia.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โThe philosophy emphasizes the immanence of the divine within the natural world.โ
โFilsafat tersebut menekankan keimanenan yang ilahi di dalam dunia alam.
โKonsep immanensi menolak pemisahan mutlak antara Sang Pencipta dan ciptaan-Nya.โ
โKonsep immanensi menolak pemisahan mutlak antara Sang Pencipta dan ciptaan-Nya.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Latin 'immanere' (tinggal di dalam atau melekat), istilah ini berkembang pesat dalam sejarah filsafat Barat, terutama melalui pemikiran para filsuf seperti Baruch Spinoza dan Immanuel Kant untuk membahas hubungan antara jiwa, alam, dan entitas ketuhanan.