istinja
/ɪsˈtɪndʒaː/
🇸🇦Bahasa ArabIslamFiqihIbadahKesehatanNetral
Ringkasan Makna
Membersihkan diri dari kencing atau tinja setelah buang air menggunakan air, batu, atau benda kesat lainnya.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Istinja (bahasa Arab: الاستنجاء) adalah istilah dalam fikih Islam yang merujuk pada tata cara membersihkan (menghilangkan najis) dari qubul (kemaluan) dan dubur setelah selesai buang air kecil atau buang air besar. Hal ini dapat dilakukan menggunakan air mutlak (istinja' bil-ma') atau menggunakan benda-benda padat yang suci dan kesat seperti batu, tisu, atau daun jika air tidak tersedia (istinja' bil-hajar). Praktik ini merupakan bagian dari bersuci (taharah) yang diwajibkan sebelum seseorang melaksanakan ibadah seperti salat.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“يجب على المسلم الاستنجاء بالماء أو بالحجارة بعد قضاء الحاجة.”
→Seorang Muslim wajib melakukan istinja dengan air atau batu setelah buang air.
“استخدم المناديل الورقية للاستنجاء عندما لا يتوفر الماء.”
→Gunakan tisu kertas untuk istinja ketika air tidak tersedia.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Arab (الاستنجاء) yang secara etimologi berarti melepaskan diri atau meminta keselamatan dari sesuatu yang menyusahkan. Dalam tradisi Islam, konsep ini sangat ditekankan untuk menjaga kebersihan jasmani dan kesucian ruhani sebelum beribadah kepada Allah.