kain panjang
/ka.in pa.ษฒaล/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaBudayaTekstilBusanaNetral
Ringkasan Makna
Sehelai kain batik atau tenun berbentuk persegi panjang yang digunakan sebagai bawahan dalam busana tradisional Indonesia.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kain panjang adalah kain tradisional Indonesia yang memiliki ukuran panjang (biasanya sekitar 2,5 meter) dan lebar yang cukup untuk dililitkan di pinggang sebagai bawahan. Berbeda dengan sarung yang ujungnya dijahit menjadi tabung, kain panjang dibiarkan terbuka dan dikenakan dengan cara diwiru (dilipat) pada bagian depan, kemudian diikat dengan stagen atau sabuk. Kain ini merupakan elemen penting dalam busana adat Jawa, Sunda, dan berbagai daerah lainnya di Indonesia, sering kali menampilkan motif batik yang sarat makna filosofis.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โIbu mengenakan kebaya yang dipadukan dengan kain panjang bermotif parang.โ
โIbu mengenakan kebaya yang dipadukan dengan kain panjang bermotif parang.
โCara memakai kain panjang memerlukan ketelitian agar wiru terlihat rapi.โ
โCara memakai kain panjang memerlukan ketelitian agar wiru terlihat rapi.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berasal dari bahasa Indonesia/Melayu yang merujuk pada bentuk fisik kain tersebut. Dalam budaya Jawa, kain panjang (sering disebut 'jarik') memiliki kedudukan tinggi dalam etika berpakaian tradisional dan sering digunakan dalam upacara adat seperti pernikahan atau kelahiran.