karya yang tidak memiliki keindahan estetis
/ˈkar.ja jaŋ ˈti.dak me.miˈli.ki ke.inˈda.han ɛsˈte.tis/
🇮🇩Bahasa IndonesiaSeniEstetikaFrasa Deskriptif
Ringkasan Makna
Sebuah frasa deskriptif yang merujuk pada ciptaan atau produk seni yang gagal memenuhi standar keindahan, keselarasan, atau nilai rasa artistik.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa ini digunakan dalam konteks kritik seni, sastra, atau desain untuk menggambarkan suatu karya yang hampa nilai keindahannya. Karya tersebut mungkin dibuat secara asal-asalan, cacat teknik, tidak memiliki kesatuan unsur visual atau auditori, sehingga gagal membangkitkan pengalaman estetis atau apresiasi penikmatnya.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Kritikus tersebut menyebut instalasi seni modern itu sebagai karya yang tidak memiliki keindahan estetis.”
→Kritikus tersebut menyebut instalasi seni modern itu sebagai karya yang tidak memiliki keindahan estetis.
“Tanpa konsep yang matang, sebuah lukisan hanya akan menjadi karya yang tidak memiliki keindahan estetis.”
→Tanpa konsep yang matang, sebuah lukisan hanya akan menjadi karya yang tidak memiliki keindahan estetis.
Asal-usul & Konteks Budaya
Merupakan frasa deskriptif baku dalam bahasa Indonesia yang berakar dari terminologi filsafat seni dan estetika barat, di mana estetika (aesthetics) menjadi cabang filsafat yang membahas keindahan dan tanggapan emosional terhadap seni.