kebijakan luar negeri yang mengisolasi
kə-bi-ja-kan lu-ar nə-gə-ri yaŋ mə-ŋi-so-la-si
🇮🇩Bahasa IndonesiaPolitikHubungan InternasionalDiplomasiNetral
Ringkasan Makna
Strategi suatu negara untuk membatasi interaksi politik, ekonomi, atau diplomatik dengan negara lain atau komunitas internasional.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kebijakan luar negeri yang mengisolasi, atau sering disebut sebagai kebijakan isolasionisme, adalah sikap suatu negara yang secara sengaja menarik diri dari keterlibatan dalam urusan internasional. Hal ini dilakukan dengan membatasi perdagangan, memutus hubungan diplomatik, atau menghindari aliansi militer dengan negara lain. Tujuannya biasanya untuk menjaga kedaulatan, menghindari konflik eksternal, atau melindungi kepentingan domestik dari pengaruh luar yang dianggap merugikan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Negara tersebut menerapkan kebijakan luar negeri yang mengisolasi untuk meminimalisir pengaruh budaya asing terhadap tradisi lokal mereka.”
→The country implemented an isolationist foreign policy to minimize the influence of foreign culture on their local traditions.
“Banyak ahli berpendapat bahwa kebijakan luar negeri yang mengisolasi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi suatu negara dalam jangka panjang.”
→Many experts argue that an isolationist foreign policy can hinder a country's economic growth in the long run.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berakar dari konsep 'Isolasionisme' yang populer dalam sejarah politik, terutama merujuk pada kebijakan Amerika Serikat sebelum Perang Dunia II atau kebijakan 'Sakoku' di Jepang pada zaman Edo. Dalam konteks modern, kebijakan ini sering dianggap kontroversial karena dianggap bertentangan dengan semangat globalisasi dan kerja sama internasional.