kebijakan pro inflasi
/kə.biˈja.kan pro inˈfla.si/
🇮🇩Bahasa IndonesiaEkonomiMoneterKeuanganIstilah Teknis
Ringkasan Makna
Kebijakan ekonomi yang sengaja diarahkan atau ditoleransi untuk mendorong tingkat inflasi agar berada pada tingkat tertentu demi menstimulasi pertumbuhan ekonomi.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kebijakan pro inflasi (pro-inflationary policy) adalah suatu pendekatan dalam manajemen ekonomi atau moneter di mana otoritas terkait (seperti bank sentral atau pemerintah) sengaja membiarkan atau mendorong kenaikan harga-harga umum secara moderat. Kebijakan ini biasanya diterapkan dalam situasi resesi, pertumbuhan ekonomi yang lambat, atau ketika ada ancaman deflasi yang berbahaya. Tujuannya adalah untuk menurunkan suku bunga riil, mendorong konsumsi dan investasi, serta meringankan beban utang dengan asumsi bahwa inflasi yang terkendali dapat menggerakkan roda perekonomian.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Beberapa ekonom berpendapat bahwa bank sentral perlu mengadopsi pendekatan pro inflasi untuk keluar dari perangkap likuiditas.”
→Beberapa ekonom berpendapat bahwa bank sentral perlu mengadopsi pendekatan pro inflasi untuk keluar dari perangkap likuiditas.
“Penerapan kebijakan pro inflasi yang tidak terkendali justru dapat menggerus daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.”
→Penerapan kebijakan pro inflasi yang tidak terkendali justru dapat menggerus daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berkembang dalam diskursus makroekonomi modern, khususnya dalam perdebatan antara mazhab ekonomi Keynesian dan Monetaris mengenai pentingnya stabilitas harga mutlak versus fleksibilitas kebijakan moneter untuk merangsang output riil dan kesempatan kerja.