kedalaman dangkal
/kษ.da.lam.an daล.kal/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaSastraFilosofiMetafora
Ringkasan Makna
Sebuah frasa oksimoron yang menggambarkan sesuatu yang tampak memiliki makna mendalam namun sebenarnya bersifat superfisial atau tidak memiliki substansi.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa 'kedalaman dangkal' merupakan bentuk gaya bahasa oksimoron yang menggabungkan dua konsep kontradiktif. Istilah ini digunakan untuk mengkritik atau mendeskripsikan pemikiran, karya seni, atau argumen yang dikemas dengan gaya yang terlihat filosofis, rumit, atau berat, namun ketika ditelaah lebih lanjut, tidak memiliki isi atau pemahaman yang benar-benar mendalam. Ini sering digunakan dalam kritik sastra atau diskusi intelektual untuk menyoroti kepura-puraan atau kurangnya bobot dalam suatu gagasan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โKritikus itu menyebut novel tersebut sebagai karya dengan kedalaman dangkal karena bahasanya yang puitis namun alurnya kosong.โ
โThe critic called the novel a work of shallow depth because of its poetic language but empty plot.
โJangan terjebak pada kedalaman dangkal dari argumen yang hanya mengandalkan istilah teknis tanpa data pendukung.โ
โDo not be trapped by the shallow depth of arguments that rely solely on technical terms without supporting data.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini muncul sebagai bentuk kritik intelektual dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan fenomena 'pseudo-intelektualisme', di mana seseorang atau sesuatu berusaha terlihat bijak atau mendalam namun gagal memberikan substansi yang nyata.