kejahilan
/kษ.ja.hi.lan/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaNominaPsikologiSosialNetral
Ringkasan Makna
Sifat atau perbuatan iseng, usil, atau suka mengganggu orang lain sekadar untuk bergurau.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'kejahilan' berasal dari kata dasar 'jahil' yang dalam konteks bahasa Indonesia sehari-hari mengalami pergeseran makna dari 'kebodohan' (serapan bahasa Arab) menjadi perilaku suka berbuat iseng, usil, mengganggu, atau mengerjai orang lain dengan tujuan bercanda atau mencari hiburan. Perilaku ini biasanya tidak dimaksudkan untuk mencelakai secara serius, melainkan menimbulkan kejengkelan ringan atau tawa.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โKejahilan anak-anak itu membuat suasana kelas menjadi riuh dan penuh tawa.โ
โThe mischievousness of those children made the classroom lively and full of laughter.
โAku sering menjadi korban kejahilan sahabatku sendiri saat jam istirahat.โ
โI often become the victim of my best friend's mischief during recess.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari akar kata 'jahil' (bahasa Arab: ุฌุงูู, yang bermakna bodoh atau belum tahu). Di Nusantara, kata ini mengalami penyempitan dan pergeseran makna khusus dalam bahasa percakapan sehari-hari menjadi perilaku usil atau suka mengerjai orang (prank).