kejang tonik klonik
/kə.d͡ʒaŋ to.nɪk klo.nɪk/
🇮🇩Bahasa IndonesiaMedisNeurologiKesehatanNetral
Ringkasan Makna
Jenis kejang epilepsi yang ditandai dengan fase kekakuan otot (tonik) diikuti oleh fase sentakan otot ritmis (klonik).
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kejang tonik klonik, yang sebelumnya dikenal sebagai kejang grand mal, adalah bentuk kejang umum yang melibatkan seluruh otak. Fase tonik menyebabkan tubuh menjadi kaku dan pasien sering kehilangan kesadaran serta jatuh, sementara fase klonik melibatkan gerakan menyentak atau kejang pada otot secara berulang dan ritmis. Kondisi ini sering disertai dengan hilangnya kontrol kandung kemih, menggigit lidah, dan periode kebingungan pasca-kejang.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Pasien tersebut mengalami kejang tonik klonik selama dua menit sebelum akhirnya sadar kembali.”
→The patient experienced a tonic-clonic seizure for two minutes before finally regaining consciousness.
“Pemberian obat antiepilepsi bertujuan untuk mencegah terjadinya kejang tonik klonik berulang.”
→The administration of antiepileptic drugs aims to prevent recurrent tonic-clonic seizures.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah medis ini berasal dari kombinasi kata 'tonik' (berkaitan dengan ketegangan otot) dan 'klonik' (berkaitan dengan kontraksi otot yang cepat dan berulang). Istilah 'grand mal' berasal dari bahasa Prancis yang berarti 'penyakit besar'.