Kekerasan terhadap anak
/kekerasan tɛrhadap ɑŋkaʔ/
🇮🇩Bahasa IndonesiaSosialKesejahteraanHukumNetral
Ringkasan Makna
Kekerasan terhadap anak adalah tindakan atau perilaku yang menyebabkan anak menderita fisik, emosional, atau psikologis.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kekerasan terhadap anak adalah bentuk kekerasan yang paling tidak pantas dan tidak dapat diterima dalam masyarakat. Ini dapat berupa tindakan fisik, seperti pukulan, gesekan, atau benturan, yang menyebabkan luka atau cedera pada anak. Selain itu, kekerasan terhadap anak juga dapat berupa tindakan emosional atau psikologis, seperti menghina, mengancam, atau membuat anak merasa tidak aman. Kekerasan terhadap anak dapat terjadi dalam berbagai konteks, seperti di rumah, di sekolah, atau di lingkungan masyarakat. Hal ini dapat menyebabkan dampak jangka panjang pada kesejahteraan dan perkembangan anak, seperti gangguan emosi, gangguan perilaku, atau bahkan kecemasan dan depresi.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Orang tua yang sering memukul anaknya dianggap melakukan kekerasan terhadap anak.”
→Orang tua yang sering memukul anaknya dianggap melakukan kekerasan terhadap anak.
“Kekerasan terhadap anak dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti fisik, emosional, atau psikologis.”
→Kekerasan terhadap anak dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti fisik, emosional, atau psikologis.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kekerasan terhadap anak adalah masalah sosial yang serius dan tidak dapat diterima dalam masyarakat modern. Hal ini telah menjadi perhatian utama dalam berbagai negara dan organisasi internasional, seperti UNICEF dan PBB. Kekerasan terhadap anak dapat terjadi dalam berbagai konteks dan dapat menyebabkan dampak jangka panjang pada kesejahteraan dan perkembangan anak.