kepemimpinan yang buruk
/kə.pə.mim.pi.nan jaŋ ˈbu.ruk/
🇮🇩Bahasa IndonesiaNominaManajemenPolitikSosial
Ringkasan Makna
Suatu gaya atau kondisi memimpin yang gagal mengarahkan, memotivasi, dan mengelola kelompok atau organisasi secara efektif, sering kali berdampak negatif pada kinerja dan moral anggota.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kepemimpinan yang buruk merujuk pada praktik manajemen atau kepengurusan yang tidak kompeten, tidak etis, atau merugikan. Hal ini ditandai oleh ciri-ciri seperti komunikasi yang buruk, ketidakmampuan mendengarkan aspirasi bawahan, pengambilan keputusan yang sewenang-wenang atau tanpa dasar yang jelas, kurangnya transparansi, serta kegagalan dalam membangun kepercayaan dan kerja sama tim. Dalam jangka panjang, kepemimpinan jenis ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas, tingginya tingkat stres atau keluarnya anggota organisasi, serta rusaknya kultur kerja atau sosial.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Kepemimpinan yang buruk di perusahaan tersebut berakibat pada tingginya angka pengunduran diri karyawan.”
→Kepemimpinan yang buruk di perusahaan tersebut berakibat pada tingginya angka pengunduran diri karyawan.
“Organisasi itu mengalami kemunduran drastis akibat kepemimpinan yang buruk dan kurangnya visi yang jelas dari sang ketua.”
→Organisasi itu mengalami kemunduran drastis akibat kepemimpinan yang buruk dan kurangnya visi yang jelas dari sang ketua.
Asal-usul & Konteks Budaya
Frasa ini merupakan gabungan kata dasar 'pimpin' yang mendapat imbuhan ke- -an, digabungkan dengan frasa sifat 'yang buruk'. Dalam konteks sosiopolitik dan korporat modern di Indonesia, isu kepemimpinan yang buruk sering menjadi sorotan utama dalam evaluasi kinerja institusi pemerintah maupun swasta.