kepemimpinan yang tidak berkesinambungan
ke-pe-mim-pi-nan yang ti-dak ber-kesi-nam-bun-gan
🇮🇩Bahasa IndonesiaPemerintahanManajemenKepemimpinanNetral
Ringkasan Makna
Kepemimpinan yang tidak memiliki visi jangka panjang dan tidak dapat memastikan keberlanjutan organisasi atau negara.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kepemimpinan yang tidak berkesinambungan adalah gaya kepemimpinan yang tidak memiliki visi jangka panjang dan tidak dapat memastikan keberlanjutan organisasi atau negara. Hal ini dapat disebabkan oleh kekurangan perencanaan, kebijakan yang tidak konsisten, atau keputusan yang tidak berdasar. Kepemimpinan seperti ini dapat menyebabkan ketidakstabilan, kekacauan, dan kehilangan kepercayaan masyarakat. Dalam konteks pemerintahan, kepemimpinan yang tidak berkesinambungan dapat menyebabkan kemunduran ekonomi, penurunan kualitas hidup masyarakat, dan kehilangan kepercayaan internasional.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Pemerintah yang tidak memiliki visi jangka panjang telah menyebabkan kemunduran ekonomi negara.”
→Pemerintah yang tidak memiliki visi jangka panjang telah menyebabkan kemunduran ekonomi negara.
“Kepemimpinan yang tidak berkesinambungan dapat menyebabkan kehilangan kepercayaan masyarakat.”
→Kepemimpinan yang tidak berkesinambungan dapat menyebabkan kehilangan kepercayaan masyarakat.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata ini digunakan dalam konteks bahasa Indonesia untuk menggambarkan gaya kepemimpinan yang tidak efektif dan tidak dapat memastikan keberlanjutan organisasi atau negara. Dalam konteks ini, kata ini sering digunakan dalam diskusi politik, manajemen, dan kepemimpinan.