kepiting pertapa
/kəˈpɪ.tɪŋ pərˈta.pa/
🇮🇩Bahasa IndonesiaBiologiHewanBahariNetral
Ringkasan Makna
Jenis crustacea desapoda yang tidak memiliki cangkang keras pada bagian perutnya dan menempati cangkang kosong moluska untuk perlindungan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kepiting pertapa, yang juga dikenal sebagai umang-umang atau keong buntung, adalah kelompok crustacea dari superfamili Paguroidea. Berbeda dengan kepiting sejati, bagian abdomen atau perut kepiting pertapa sangat lunak, berbentuk spiral, dan tidak memiliki eksoskeleton yang mengeras. Untuk bertahan hidup dari pemangsa, hewan ini harus mencari dan menempati cangkang gastropoda (keong laut) kosong yang ditinggalkan pemilik aslinya. Seiring dengan pertumbuhan tubuhnya, kepiting pertapa secara berkala harus mencari cangkang baru yang lebih besar.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Anak-anak berlari di sepanjang pantai sambil mengumpulkan kepiting pertapa yang merayap di atas pasir.”
→Anak-anak berlari di sepanjang pantai sambil mengumpulkan kepiting pertapa yang merayap di atas pasir.
“The hermit crab switched to a larger empty seashell to accommodate its growing body.”
→Kepiting pertapa itu pindah ke cangkang kosong yang lebih besar untuk menampung tubuhnya yang sedang tumbuh.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah 'kepiting pertapa' adalah terjemahan langsung dari bahasa Inggris 'hermit crab' (atau dalam bahasa Belanda 'kluizenaarskreeft'). Penamaan ini merujuk pada kebiasaan hewan tersebut yang hidup menyendiri di dalam cangkang seperti seorang petapa.