kesubjektifan
/kษ.sub.jษk.ti.fan/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiafilsafatlinguistiknominaNetral
Ringkasan Makna
Perihal atau sifat yang bersandar pada pandangan, perasaan, atau pendapat pribadi, bukan kenyataan objektif.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kesubjektifan adalah kualitas atau kondisi di mana sudut pandang, keyakinan, emosi, atau penilaian seseorang mempengaruhi cara mereka memandang, menafsirkan, atau menyikapi suatu realitas. Dalam berbagai bidang seperti seni, sastra, dan filsafat, kesubjektifan sering kali dihargai sebagai bentuk ekspresi autentik, namun dalam sains atau jurnalisme, sifat ini kerap dihindari demi menjaga netralitas dan objektivitas.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โKritikus seni itu mengakui adanya kesubjektifan dalam penilaiannya terhadap lukisan modern tersebut.โ
โKritikus seni itu mengakui adanya kesubjektifan dalam penilaiannya terhadap lukisan modern tersebut.
โThe inherent subjectivity of human memory makes eyewitness accounts sometimes unreliable.โ
โKesubjektifan yang melekat pada ingatan manusia membuat kesaksian saksi mata terkadang tidak dapat diandalkan.
Asal-usul & Konteks Budaya
Dibentuk dari kata dasar 'subjektif' dengan imbuhan ke-an (menunjukkan sifat atau keadaan), diserap dari bahasa Belanda 'subjektiviteit' atau bahasa Inggris 'subjectivity'.