kolot
/หko.lot/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaAdjektivaBahasa IndonesiaSosiologiNetral
Ringkasan Makna
Sebutan untuk orang atau pemikiran yang dianggap ketinggalan zaman, kuno, atau tidak mau menerima perubahan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'kolot' digunakan untuk mendeskripsikan seseorang, pola pikir, atau kebiasaan yang bersifat tradisional, konservatif, atau kaku dan enggan beradaptasi dengan perkembangan zaman atau ide-ide baru. Dalam konteks sosial, kata ini sering kali memiliki konotasi negatif atau merendahkan, menyiratkan bahwa subjek yang dimaksud sudah tidak relevan atau terlalu terikat pada masa lalu.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โJangan terlalu kolot, cobalah untuk memahami cara kerja teknologi baru ini.โ
โJangan terlalu kuno, cobalah untuk memahami cara kerja teknologi baru ini.
โPemikirannya masih sangat kolot mengenai peran gender dalam rumah tangga.โ
โPemikirannya masih sangat tradisional/kaku mengenai peran gender dalam rumah tangga.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata 'kolot' diserap ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa Sunda yang memiliki arti 'tua'. Dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari, kata ini mengalami pergeseran makna dari sekadar 'tua' menjadi 'kuno' atau 'kaku', yang mencerminkan sikap resistensi terhadap modernitas.