komunikasi protektif
/ko.mu.ni.ka.si pro.tek.tiF/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaPsikologiHubungan InterpersonalKomunikasiBaku
Ringkasan Makna
Bentuk komunikasi yang digunakan seseorang untuk melindungi diri sendiri atau orang lain dari rasa sakit emosional, konflik, atau ancaman psikologis.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Komunikasi protektif adalah pola komunikasi yang disengaja maupun tidak disengaja untuk menjaga batas emosional, menghindari konfrontasi yang merusak, atau melindungi perasaan diri sendiri dan mitra komunikasi. Dalam konteks hubungan interpersonal atau keluarga, pola ini bisa bersifat positif (seperti memilih kata-kata dengan hati-hati untuk tidak menyinggung perasaan) atau negatif (seperti menyembunyikan informasi penting karena takut akan reaksi destruktif). Dalam ranah psikologi komunikasi, gaya ini sering muncul ketika seseorang merasa rentan atau berada dalam lingkungan yang dinilai tidak aman secara emosional.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โDia menggunakan komunikasi protektif dengan menghindari topik pembicaraan yang bisa memicu pertengkaran hebat di dalam keluarga.โ
โDia menggunakan komunikasi protektif dengan menghindari topik pembicaraan yang bisa memicu pertengkaran hebat di dalam keluarga.
โDalam sesi konseling, terapis menyarankan agar klien mengurangi komunikasi protektif yang berlebihan agar keterbukaan antarpasangan dapat tercapai.โ
โDalam sesi konseling, terapis menyarankan agar klien mengurangi komunikasi protektif yang berlebihan agar keterbukaan antarpasangan dapat tercapai.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini merupakan gabungan konsep leksikal dalam bidang psikologi dan ilmu komunikasi modern (khususnya komunikasi keluarga dan interpersonal) yang merujuk pada adaptasi perilaku manusia saat menghadapi situasi sosial yang sensitif atau berisiko tinggi secara emosional.