komunikasi yang tidak terbuka
/ko.mu.ni.ka.si jaŋ ti.daʔ tər.bu.ka/
🇮🇩Bahasa IndonesiaKomunikasiPsikologiHubungan Interpersonal
Ringkasan Makna
Gaya atau kondisi komunikasi di mana informasi, perasaan, atau maksud yang sebenarnya disembunyikan atau tidak disampaikan secara jujur dan transparan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Komunikasi yang tidak terbuka (sering disebut juga komunikasi tertutup atau defensif) terjadi ketika individu atau kelompok sengaja atau tidak sengaja menahan informasi penting, menyembunyikan perasaan asli, atau bersikap tidak transparan. Hal ini sering kali dipicu oleh rasa takut akan konflik, kurangnya rasa percaya (trust), atau adanya agenda tersembunyi. Dalam jangka panjang, pola komunikasi seperti ini dapat merusak hubungan interpersonal, menurunkan produktivitas kerja, dan menciptakan kesalahpahaman yang mendalam.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Komunikasi yang tidak terbuka di antara anggota tim menyebabkan proyek tersebut gagal memenuhi tenggat waktu.”
→Closed communication among team members caused the project to fail to meet the deadline.
“Dalam hubungan pernikahan, komunikasi yang tidak terbuka sering kali menjadi pemicu utama keretakan.”
→In a marriage relationship, non-transparent communication is often the main trigger for a breakup.
Asal-usul & Konteks Budaya
Dalam konteks sosial budaya Indonesia yang cenderung menganut komunikasi tidak langsung (high-context communication), komunikasi yang tidak terbuka sering kali terjadi demi menjaga keharmonisan permukaan atau karena rasa sungkan (ewuh pakewuh). Namun, dalam dunia profesional dan psikologi modern di Indonesia, istilah ini digunakan untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi yang perlu diatasi demi membangun transparansi dan kepercayaan.