kopiah
/ko.piah/
🇮🇩Bahasa IndonesiaPakaianBudayaAgamaTradisionalNetral
Ringkasan Makna
Penutup kepala tradisional berbentuk kerucut terpotong atau silinder yang biasa dipakai oleh kaum pria di Indonesia dan wilayah Nusantara lainnya.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kopiah adalah topi tradisional khas yang umumnya terbuat dari kain dengan sulaman atau bahan laken beludru, sering kali berwarna hitam, dan banyak dikenakan oleh kaum pria Muslim di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura untuk keperluan ibadah, acara resmi, maupun keseharian. Di Indonesia, kopiah juga dikenal secara luas sebagai peci dan telah menjadi salah satu simbol identitas nasional serta kebangsaan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Ayah memakai baju koko lengkap dengan kopiah hitam sebelum pergi ke masjid untuk salat Jumat.”
→Ayah memakai baju koko lengkap dengan kopiah hitam sebelum pergi ke masjid untuk salat Jumat.
“Presiden Sukarno mempopulerkan kopiah beludru hitam sebagai simbol pergerakan nasional kaum Bumiputera.”
→Presiden Sukarno mempopulerkan kopiah beludru hitam sebagai simbol pergerakan nasional kaum Bumiputera.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata 'kopiah' diserap dari bahasa Arab 'kūfiyyah' melalui perantara bahasa lain atau pengaruh kebudayaan Islam yang masuk ke Nusantara. Di Indonesia, kopiah bertransformasi menjadi atribut busana kebangsaan yang diadopsi oleh berbagai kalangan lintas suku dan agama, terutama setelah dipopulerkan oleh para tokoh pergerakan kemerdekaan.